Hanya Tengadah
Melihat angin yang merajut hari
dalam fajar hingga menyongsong
senja
aku terus terkapar
deru dan debu terus saja
mengasapi jalan
tak mengapa arah menjadi mataku
aku sempat menggelepar untuk
bergayut pada awan
Angin terus merajut hari
aku ini apa hanya tangan tengadah
tiada mampu lagi menelikung…..
meski hanya seutas angin
jakarta, awal September 2010
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul HARI HARI Dan ANGIN MILIKU. Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : kumpulan puisi puisi
Ditulis oleh:
cerdas alquran - Saturday, June 9, 2012

Belum ada komentar untuk "HARI HARI Dan ANGIN MILIKU"
Post a Comment