Ketika para dewa tidur di ketiak
langit
Berbantal mega, berselimut kain
biru
Berseloroh dengan hijau alam,
dengan…
Duduk manja di Puncak Merapi
Membasuh badanya di Danau Toba
Maka terciptalah “archipelago”.
Namun beranda para dewa kini..
Bersimbah air mata dan darah
Beraroma mesiu dan ego,
Adakah waktu lagi, hingga….
Lebih eksotis lagi dandanan
“archipelago”
Agar mampu menyunting cakrawala
timur
Dan mengais keadilan di tumpukan…
Jerami kering, melekang tak
beruntai senyum
Hingga bocah bocah lugu
Masih bisa mendengar lenguh sapi
…
Di negeri hijau makmur,,
Bermandi angin katulistiwa.
(jakarta, 22 Oktober 2010)
No comments:
Post a Comment