Cermin dariku sendiri
telah kuletakan dalam debu tiada berona
lantas aku…terlena dalam sajak
diriku sendiri
aku menerbangkan jauh ke tepi
cakrawala
sudahkah aku mampu bergelut
dengan awan jingga
yang di tengahnya tergambar
dirimu
Akupun lari sekuat aku yang liar
tanpa mampu memungut apa yang
kamu torehkan
sudah tiada berkas kuning mentari
yang menjadi kawanku
harusklah aku membawa tanahku
sendiri
biar aku telan “hari penuh angin”
tiada usai
jakarta,awal September 2010
No comments:
Post a Comment